Boemilangit’s Blog

Just another WordPress.com weblog

PMA Mulai Ancang PHK

Selasa, 2 Desember 2008 | 11:47 WIB

Lesunya pasar karena krisis, juga mulai dirasakan investor asing

 

Surabaya- Belum ada lagi pesanan atau order dari pasar luar negeri, tidak hanya dirasakan pengusaha lokal, tetapi juga pengusaha asing yang pabriknya berada di Jatim. Apabila kondisi ini terus terjadi, mereka berencana merumahkan karyawannya.

 

“Sudah ada beberapa perusahaan Korea dari 400 perusahaan yang beroperasi di Jatim mengurangi jam kerja karyawan. Belum sampai mengurangi pekerja, tetapi jika order dari luar negeri tidak ada, PHK (pemutusan hubungan kerja) sulit dihindari,” kata Ketua Asosiasi Korea di Jatim, Lim Taek Seon, Senin (1/12).

Lesunya beberapa pasar investor asing yang ada di Jatim juga dibenarkan Manajer Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Abdul Muis. Menurutnya, beberapa investor yang ada di kawasan industri tersebut pasar ekspornya mulai turun. “Salah satunya perusahaan veleg asal Jepang. Karena permintaan mobil turun akibat krisis, maka penjualannya ikut turun,” katanya.

Akan tetapi, tidak semua investor asing yang pasarnya tergerus krisis. Ada beberapa diantara mereka justru meningkat permintaannya. Salah satunya PT Yamaha Music Manufacture Asia (YMMA). “Mereka justru permintaan ekspornya naik,” ujar dia.

Muis masih belum memastikan apakah investor yang pasarnya mulai tergerus akan merumahkan karyawannya atau tidak. “Kami harap hal itu tidak terjadi,,” kata dia.

Ancaman PHK juga dilontarkan sejumlah pengusaha Jatim. salah satunya Wakil Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jatim, Shahputra. “Memang belum ada PHK, tetapi akan ke arah situ, karena order sepi,” ujarnya.

Begitu pula dengan Ketua Asosiasi Industri Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim, Sutan RP Siregar. Ia menyebutkan, krisis global mulai membuat industri sepatu di dalam negeri belum mendapatkan pesanan untuk tahun depan. “Saat ini perusahaan mulai pusing, karena setelah Desember tidak ada order. Padahal, tahun 2007 nilai ekspor alas kaki dari Jatim sebesar 185 juta dollar AS, dan tahun 2008 diperkirakan mencapai 238 juta dollar AS. Nilai ekspor terus naik rata-rata 15 persen per tahun. Bahkan tahun 2008 kenaikan nilai ekspor mencapai 25 persen,” ujarnya

Ancaman PHK massal ini menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jatim, Erlangga Satriagung, diakibatkan tingginya biaya produksi dan distribusi. Ia memprediksi, gelombang krisis ini diprediksi sampai dua hingga tiga tahun kedepan.

“Untuk itu kita memerlukan upaya meningkatkan efisiensi biaya produksi dan distribusi, selain itu juga mendorong kinerja ekspor Jatim dengan menangguhkan bea masuk untuk industri berorientasi ekspor,” kata dia.

Selain itu, pihaknnya juga meminta bank milik pemerintah Jatim untuk lebih mudah memberikan pendanaan dengan skema kredit usaha rakyat (KUR) yang plafonnya dari Rp 500 juta dinaikkan menjadi satu miliar rupiah. “Selain itu kita juga meminta adanya rekonstruksi APBD dengan mekanisme yang berlaku, dan ada evalusasi untuk skala prioritas,” ujar dia. e1,ins

December 10, 2008 - Posted by | Krisis Global

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: