Boemilangit’s Blog

Just another WordPress.com weblog

PHK Mulai Bayangi Jatim

PHK Mulai Bayangi Jatim
Jumat, 28 Nopember 2008 |
09:02 WIB

 

SURABAYA – Akhirnya, sejumlah industri di Jatim kini tidak lagi sanggup menahan badai krisis yang mulai menerpa propinsi ini. Pasar ekspor yang kian susut, ditambah krus rupiah yang juga terus melemah, membuat mereka berpikir untuk merumahkan karyawannya. Bahkan salah satu perusahaan “asli” Surabaya yang sangat besar, Maspion.

 

Perusahaan alat-alat rumah tangga itu produksinya kini tidak lagi berjalan normal. Krisis ini mengakibatkan stok barang di gudang menjadi langka dan sirkulasi produksi tidak lancar. Kalau kondisi ini terus berlanjut sampai tahun depan, pihak manajemen perusahaan ini akan mulai mem-PHK karyawannya. “Dari dua puluh ribu karyawan di Jatim yang ada, kemungkinannya tahun depan ada tiga ribu karyawan yang akan di PHK. Langkah ini akan kami lakukan merata di 40 divi kami yang ada,” kata Manajer Sumber Daya Manusia PT. Maspion, Andy Tjandra.

 

Kondisi ini tidak hanya melanda perusahaan besar sekelas Maspion, perusahaan menengah juga ikut merasakan pahitnya krisis ekonomi yang berawal dari AS ini. Menurut Sekretaris Eksekutif Asosiasi Industri Permebelan Indonesia (ASMINDO) Jatim, Chilman Suady, hingga Desember nanti, industri mebel Jatim mengalami penurunan volume produksi sampai 50%.“Tinggal menyelesaikan kontrak lama dan belum ada kontrak baru untuk tahun depan, selain itu saat ini semua buyer meminta penurunan harga dari 20% sampai 25%,” katanya.

 

Bahkan, lanjutnya, menurut laporan yang masuk saat ini sudah ada lima perusahaan yang tidak mendapatkan order sama sekali. Dengan kemampuan menyerap dua ratus karyawan tiap perusahaan, berarti saat ini sudah ada seribu karyawan yang menganggur.

Chilman mengungkapkan, industri mebel di Jatim mampu menyerap kurang lebih 71 ribu karyawan. Menurut catatannya, jumlah karyawan terserap bisa mencapai lebih dari 200 ribu orang diluar anggotanya yang termasuk industri pengolahan kayu sejenis.

 

“Bagi kita nilai kontrak bukan menjadi persoalan tapi volume produksi yang perhatian mengingat kemampuan menyerap tenaga kerja, ditambah kenaikan UMK kita tidak bisa membayangkan,” katanya.

 

Mulai tidak kuatnya “pondasi-pondasi” industri Jatim dalam menghadapi krisis global juga diakui Wakil Kepala Disnaker Jatim, Setiadjit. Ia mengatakan, saat ini, delapan perusahaan di propinsi ini sudah terancam kolaps. “Sudah ada delapan perusahaan di Jatim yang mengajukan PHK karyawannya ke kami. Akibatnya, sebanyak 9.457 tenaga kerja terancam menganggur,” ujar dia.

 

Ia menyebutkan, kedelapan perusahaan itu antara lain berada di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo dan Nganjuk. Mereka bergerak di bidang garmen, sepatu, kayu dan kertas. “Kondisi perusahaannya memang sudah tidak sebagus sebelum krisis melanda,” katanya.

December 10, 2008 - Posted by | Krisis Global

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: