Boemilangit’s Blog

Just another WordPress.com weblog

70.000 Buruh Terancam PHK

 Kamis, 23 Oktober 2008 | 06:32 WIB

BANDUNG, KAMIS – Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Daerah Jawa Barat Ade Sudrajat memperkirakan, pada awal 2009 sekitar 70.000 tenaga kerja di provinsi itu terancam terkena pemutusan hubungan kerja. Kondisi itu terjadi akibat krisis global yang membuat beban perusahaan semakin berat.

”Pengusaha terpaksa melakukan berbagai efisiensi, termasuk perampingan jumlah tenaga kerja. Salah satunya karena kegiatan produksi akan dikurangi, bahkan ada yang dihentikan,” kata Ade di Bandung, Rabu (22/10).

Ade memperkirakan kondisi itu bisa semakin parah jika krisis di Amerika Serikat dan Eropa tak tertolong. Konsekuensi PHK terpaksa dilakukan atau setidaknya sebagian besar karyawan dirumahkan sementara.

Jabar adalah sentra industri tekstil utama di Indonesia dengan lebih dari 700 pabrik tekstil dan menyerap sekitar 700.000 tenaga kerja. Dampak krisis di AS terasa karena ekspor terbesar tekstil dan produk tekstil (TPT) Jabar disalurkan ke negara itu.

”Jumlahnya memang hanya 4 persen dari Jabar, tetapi nilainya yang besar. Pada 2007, total nilai ekspor tekstil Jabar mencapai 4,72 miliar dollar AS. Produk yang diimpor dari Indonesia antara lain kemeja, blus, piyama, dan baju hangat,” kata Ade.

Pilihan untuk mencari pasar lain di luar AS juga belum tentu bisa menyelamatkan industri TPT. Menurut Ade, sebenarnya terdapat pertumbuhan ekspor TPT Jabar ke AS sebesar 2 persen pada 2008. Pertumbuhan itu terancam setelah krisis terjadi. Turunnya daya beli masyarakat AS membuat pembelian sandang di negara itu berkurang.

Ketua Perhimpunan Pengusaha Tekstil Majalaya, Bandung, Deden Suwega, menyatakan, mata pencaharian sekitar 50.000 perajin tekstil dari sekitar 150 industri kecil dan menengah (IKM) di wilayahnya terancam. Melonjaknya harga bahan baku impor akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS membuat biaya produksi membengkak hingga 20 persen.

”Industri tekstil termasuk padat karya. Bisa dibayangkan jika kondisi krisis tak segera diatasi. Pengangguran akan bertambah dan angka kemiskinan meningkat,” tutur Deden.

Sejumlah pengusaha keramik di Kabupaten Purwakarta bahkan telah meliburkan karyawan dan tidak tahu kapan akan mempekerjakan mereka kembali. Menurut Eman Sulaeman, Ketua Pokja Klaster Keramik Plered, lesunya permintaan ekspor dan pasar domestik membuat pengusaha tak tahu kapan bisa mempekerjakan karyawan kembali.

Ia menambahkan, dari 15 pengusaha yang biasa membuat produk pesanan eksportir, kini hanya enam pengusaha yang masih berproduksi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Purwakarta, Soekoyo, Selasa, mengatakan, sejauh ini belum ada laporan PHK di 318 perusahaan yang mempekerjakan 155.000 orang di daerahnya.

Kerajinan songket di Palembang, Sumatera Selatan, kini juga terkena dampak krisis finansial global. Menurut Asmi Astari, pemilik gerai produksi dan penjualan Astari Songket, Rabu, sepekan ini dia menghentikan produksi tenun songket karena stok berlebih. Itu terjadi karena sebagian pembeli luar negeri menghentikan pembelian sejak berlangsungnya krisis global.

”Sebagian pembeli adalah broker dari Singapura dan AS. Sejak Oktober, mereka menghentikan pesanan,” katanya.

Zainal, pemilik Zainal Songket, menambahkan, puluhan produsen skala kecil dan menengah di Palembang dan Ogan Ilir sudah menghentikan produksi.

Wig masih aman

Berbeda pula dengan industri lain di Jawa Barat dan Palembang, pengusaha di Purbalingga, Jawa Tengah, meyakini setidaknya hingga akhir 2009 industri rambut masih aman dari dampak krisis finansial global. Hal ini karena industri rambut palsu (wig) di kabupaten itu umumnya telah membuat kontrak ekspor satu tahun sampai tiga tahun mendatang dengan importir asing.

Ketua Forum Komunikasi Perusahaan Rambut Purbalingga Sudiro KS mengungkapkan, beberapa perusahaan bahkan mengalami kenaikan permintaan dari pembeli di luar negeri hingga 20 persen.

”Produk yang diekspor ke luar negeri dari Purbalingga saat ini umumnya hasil kontrak dengan pembeli satu bulan atau dua bulan lalu. Waktu itu krisis belum benar-benar terjadi,” ujar Sudiro KS yang juga Direktur Utama PT Uro Mustika, eksportir rambut palsu, Rabu.

December 10, 2008 - Posted by | Krisis Global

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: